Ditagih Suaranya Soal Penanganan Banjir Di Kalsel, Ini Jawaban Anggota DPR RI Rifqinizamy Karsayuda

ANGGOTA Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda angkat suara dengan tudingan tak bersuara soal banjir yang dialami Kalimantan Selatan.

RIFQI Karsayuda menegaskan dirinya berani mengarungi dunia politik nasional, karena memang membawa kepentingan.

“Orang memandang pasti politik tidak baik. Apalagi dianggap banyak kepentingan. Memang saya masuk ke politik itu membawa kepentingan,” kata Rifqi Karsayuda kepada jejakrekam.com, Selasa (14/12/2021) melalui kiriman video pendeknya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel ini menegaskan kepentingan yang dimaksud adalah suatu kebijakan, namun tak bisa ditakar dengan alat ukur ekonomi. Bagi mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memasuki dunia politik tentu tidak semua orang bisa melakoninya, terlebih lagi bisa terpilih sebagai wakil rakyat Kalsel di DPR RI Senayan Jakarta.

“Saya pribadi tidak akan bisa sampai kapanpun, mungkin tujuh turunan pun tidak akan bisa melakukannya,” kata Rifqi beranalogi.

Namun, menurut dia, dirinya sudah berbuat untuk Kalsel, khususnya daerah pemilihan (dapil) seperti memperjuangkan program revitalisasi kawasan Sekumpul Martapura yang kini digarap Kementerian PUPR.

“Saya kalau bawa uang Rp 300 miliar misalkan, tidak mungkin bisa. Saya memang tak punya uang sebanyak itu untuk bangun Sekumpul Martapura,” ucapnya.

Tak hanya itu, Rifqi mengatakan dirinya juga langsung merespon saat banjir besar yang dialami Kalsel pada awal Januari 2021 lalu dengan langsung setangan membawa surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ini dikarenakan akses jalan dan jembatan putus akibat diterjang banjir besar pada awal tahun 2021. Berkat lobinya ke orang nomor satu di Indonesia, akhirnya Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono datang ke Kalsel.

“Waktu itu, saya masih duduk di Komisi V DPR RI bidang infrastruktur, perhubungan dan lainnyha mendampingi Menteri Basuki untuk meninjau ke lapangan. Nah, biaya untuk pemulihan infrastruktur pasca banjir di Kalsel butuh dana sekitar Rp 500 miliar,” tuturnya.

Jelas, ditegaskan Rifqi Karsayuda, baik Pemprov Kalsel maupun pemerintah kabupaten dan kota di Banua tak memiliki dana sebesar itu untuk kegiatan pemulihan pasca banjir.

“Satu-satunya jalan ya lewat dana pemerintah pusat. Kami minta Presiden Jokowi datang ke Kalsel, beliau pun datang. Lalu, Presiden Jokowi telepon Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Kalsel dapat asesmen anggaran untuk perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir. Tugas kita di DPR RI ya mengawal anggaran itu agar gol,” papar Rifqi.

Terbukti dengan gelontoran dana dari pemerintah pusat, jembatan putus di Mataraman-Astambul Kabupaten Banjar dan Pelaihari, Tanah Laut yang putus tidak sampai setengah bulan sudah bisa tersambung lagi.

“Untuk perbaikan jalan yang rusak akibat banjir, yang minimal tambal sulam dulu. Namun, sekarang jalan nasional yang menjadi jalur perekonomian Kalsel telah diperbaiki dengan diaspal seperti Jalan Gubernur Syarkawi, kemudian jalan menuju Marabahan dan Margasari. Semua infrastruktur jalan dan jembatan itu dibangun dengan duit,” ucap Rifqi.

Bagi dia, untuk mendapat atensi dari pemerintah pusat, tidak bisa tanpa harus memasuki dunia politik. Tidak bisa jika tak memegang kekuasaan. “Ya setidaknya harus begitu, saya tidak optimis jika anak cucu tidak punya uang triliunan dan ratusan miliar. Walaupun punya, mungkin tidak untuk rakyat tapi untuk keluarga,” beber Rifqi beranalogi lagi.

Nah, bagi Rifqi, dengan memasuki gelanggang politik khususnya di DPR RI yang mewakili Banua tentu bisa memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kalsel. “Kalau kita punya peluang, mengapa kita tidak masuk? Bagi saya masuk (politik) hukumnya wajib,” kata Rifqi.

Dalam postingannya di rifqikarsayuda.com, Rifqi pun mengaku sudah 40 tahun ruas jalan ke Hulu Sungai (Banua Anam) Kalsel tak pernah dilebar, karena rata-rata hanya  selebar 5 meter.

“Alhamdulillah, dalam APBN tahun 2021-2023, jalan ke Hulu Sungai (dari Liang Anggang-Martapura-Rantau) akan diperlebar dengan badan jalan 7,5 meter dan bahu jalan masing-masing satu meter kanan-kiri,” katanya.

Lain lagi, jalur utama dari Banjarmasin-Marabahan-Margasari-Kandangan juga diperlebar dan diaspal hingga pertengahan tahun 2021 ini.

“Saya bersyukur sebagai anggota DPR RI punya hubungan baik dengan pemerintah, khususnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,” imbuhnya.(jejakrekam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.