PDIP: Usulan Cak Imin Soal Penundaan Pemilu 2024 Tidak Perlu Dilanjutkan

Jakarta, Beritasatu.com – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Rifqinizamy Karsayuda meminta usulan Wakil Ketua DPR yang juga Ketum PKB Muhaimin Iskandaratau Cak Imin soal penundaan Pemilu 2024 tidak perlu dilanjutkan. Rifqi, sapaan Rifqinizamy Karsayuda menilai usulan Muhaimin atau yang juga akrab disapa Gus Muhaimin tersebut mencederai kesepakatan bersama pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu dan hanya menciptakan polemik yang tidak perlu.

“Wacana Gus Muhaimin itu tidak perlu dilanjutkan agar tidak terjadi polemik di publik,” ujar Rifqi kepada wartawan, Rabu (23/2/2022).

Rifqi mengatakan, pernyataan Gus Muhaimain mencederai kesepakatan yang telah diputuskan oleh pemerintah, penyelenggara pemilu dan DPR terkait dengan hari pemungutan suara pilpres dan pileg pada 14 Februari 2024 serta pilkada serentak pada November 2024.

“Apalagi, Fraksi PKB menjadi bagian dari kesepakatan yang jadi keputusan bersama tersebut,” ungkap Rifqi.

Menurut Rifqi, sebaiknya partai politik yang menjadi peserta pemilu mempersiapkan diri menghadapi pileg, pilpres dan pilkada 2024. Selain itu, kata dia, DPR bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu juga fokus menyusun tahapan pemilu dan mengisi kekosongan norma untuk Pemilu 2024.

“Kita sekarang lebih baik berfokus menyusun tahapannya termasuk mengisi berbagai kekosongan norma baik dalam PKPU dan Perbawaslu agar pelaksanaan Pemilu 2024, itu jadi lebih baik untuk hasilkan hasilkan kepemimpinan nasional yang baru,” tegas Rifqi.

Sebelumnya, Gus Muhaimin mengusulkan penundaan Pemilu 2024 minimal satu atau dua tahun berikutnya. Gus Muhaimin menilai, saat ini, bangsa Indonesia sedang dalam momentum kebangkitan ekonomi pasca-pandemi Covid-19. Gus Muhaimin khawatir, momentum kebangkitan ekonomi ini terganggu dengan adanya Pemilu serentak 2024. (https://www.beritasatu.com/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.