Pelayanan Transportasi Publik Menggunakan Bus Ditingkatkan

BANJARMASIN, KOMPAS — Pelayanan transportasi publik menggunakan bus di Kalimantan Selatan terus ditingkatkan. Setelah bus rapid transit Banjarbakula dioperasikan pada pertengahan 2019, kini mulai dioperasikan bus angkutan pemadu moda untuk transportasi masyarakat dari dan menuju Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor.

Peresmian operasional angkutan pemadu moda dilakukan bersamaan dengan peresmian operasional bus rapid transit (BRT) Banjarbakula untuk rute bandara di Banjarmasin, Senin (17/2/2020). Acara peresmian dilakukan di sela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Sektor Perhubungan Tahun 2020 dengan tema ”Koordinasi untuk Meningkatkan Konektivitas Pelayanan Keselamatan Transportasi di Kalimantan Selatan”.

Angkutan pemadu moda menggunakan bus Damri sebanyak enam unit. Rute pergi dan pulang dari Banjarmasin ke Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru serta dari Martapura, Kabupaten Banjar, ke bandara bertarif Rp 35.000 per orang.

Di Kalimantan Selatan, kami melihat pemerintah provinsi sudah mempunyai kesadaran yang cukup baik untuk membangun angkutan massal. Angkutan massal sekarang ini memang diharapkan menjadi tulang punggung transportasi di setiap kota. (Budi Setiyadi)

Sementara itu, BRT Banjarbakula rute bandara melayani pergi pulang dari Terminal Tipe A Gambut Barakat Kilometer 17 ke bandara. Tarifnya sama dengan tarif BRT rute Banjarmasin-Banjarbaru, yakni Rp 5.000 per orang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan, pihaknya mengembangkan, membangun, mengoptimalkan, dan memodernisasi angkutan massal berbasis BRT sejak 2017. Sampai saat ini sudah lebih dari 2.000 unit bus diberikan ke banyak daerah. Namun, di sejumlah daerah operasional BRT masih belum sesuai harapan.

”Di Kalimantan Selatan, kami melihat pemerintah provinsi sudah mempunyai kesadaran yang cukup baik untuk membangun angkutan massal. Angkutan massal sekarang ini memang diharapkan menjadi tulang punggung transportasi di setiap kota,” tuturnya.

Saat ini, seiring membaiknya infrastruktur dan meningkatnya perekonomian masyarakat, ujar Budi, pertumbuhan kendaraan pribadi semakin cepat. Semakin lama, jalan-jalan yang ada pun semakin tidak nyaman karena kemacetan. ”Untuk itu, pemerintah harus hadir untuk menyiapkan sarana transportasi massal supaya ada pergeseran dari kendaraan pribadi ke angkutan massal,” katanya.

Untuk Kalimantan Selatan, Kementerian Perhubungan telah memberikan bantuan BRT 10 unit. Saat ini, tingkat keterisian mencapai 60 persen. Menurut Budi, itu sudah cukup bagus. Tidak menutup kemungkinan Kemenhub akan menambah jumlah BRT di Kalimantan Selatan pada tahun-tahun mendatang. ”Kalau masyarakat ingin kotanya semakin baik, manfaatkanlah angkutan massal,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie mengatakan, pemprov berterima kasih kepada pemerintah pusat karena melalui Kemenhub telah memberikan bantuan BRT. Pemprov Kalsel kini terus berupaya mengembangkan dan mengoptimalkan transportasi darat berbasis bus angkutan massal.

”Sampai saat ini operasional angkutan massal itu masih disubsidi oleh pemprov. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan transportasi darat yang murah dan nyaman bagi masyarakat. Kami berharap angkutan massal BRT itu bisa dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” katanya.

Ditambah lagi
Menurut anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Rifqinizamy Karsayuda, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah sudah seharusnya menata agar transportasi darat modern hadir di Kalimantan Selatan. Bantuan BRT hendaknya dioperasionalkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk melayani masyarakat di tiga kota/kabupaten saat ini, yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar.

”Jika antusiasme masyarakat menggunakan angkutan publik memang tinggi, kami berharap jumlah BRT bisa ditambah lagi. Kalsel setidaknya bisa memiliki 20-25 unit BRT untuk melayani masyarakat,” kata anggota DPR dari Kalsel itu.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdiansyah mengatakan, pemprov telah menganggarkan pembelian bus untuk menambah BRT yang ada. Dalam tahun ini, pemprov berencana membeli empat unit bus. ”Dengan penambahan jumlah BRT, masyarakat juga diharapkan semakin banyak yang menggunakan BRT sehingga bisa mengurangi kemacetan,” katanya.

General Manager Damri Cabang Banjarmasin Daryono menambahkan, bus Damri yang menjadi angkutan pemadu moda memiliki kapasitas 25 tempat duduk. Layanan bus hanya lima kali dalam sehari. Tiga unit untuk rute Martapura-bandara dan tiga unit untuk rute Banjarmasin-bandara. ”Kami berharap tingkat keterisiannya juga bisa mencapai 60 persen,” ujarnya.

Sumber: https://kompas.id/baca/nusantara/2020/02/17/pelayanan-transportasi-publik-menggunakan-bus-ditingkatkan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *