Rifqinizamy: New Normal Tanpa Gotong Royong akan Jadi Bencana

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemerintah pusat kian gencar menggaungkan kebijakan new normal atau adaptasi perubahan pola hidup pada situasi Covid-19.

Menanggapi wacana tersebut, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai kebijakan new normal dapat diterapkan dengan relevan, jika seluruh elemen bangsa melakukan gotong royong berskala besar.

“Kita wajib bergotong royong untuk menerapkan protokol kesehatan, terus menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan lain-lain. Tanpa adanya sikap peduli satu dengan yang lain, protokol kesehatan amat mudah dilanggar di masa new normal nanti,” ucap Rifqinizamy Karsayuda melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Minggu (31/5) pagi.

Menurut anggota Komisi V DPR RI ini, new normal merupakan cara bangsa Indonesia bangkit dari badai pandemi Covid-19.

Terlebih virus mematikan ini menghadirkan berbagai ketidakpastian, sebab karakteristik virus sendiri sampai saat ini belum dapat diprediksi (unpredictable) dan masih belum ditemukan vaksin anti-virusnya.

“Fondasi ekonomi, sosial, politik akan terus merapuh jika kita tak bangkit di tengah segala ketidakpastian ini. Di sisi lain, bangkit tanpa rasa gotong royong, disiplin dan solidaritas, maka akan menghadirkan bencana yang tak terhindarkan,” tegas Rifqi.

Oleh sebab itu, tambah Rifqi, pemberlakuan new normal dengan semangat gotong royong berskala besar yang melibatkan seluruh elemen bangsa merupakan sebuah keniscayaan.

Seluruh elemen kepemimpinan bangsa, baik institusi eksekutif, legislatif dan penyelenggara negara lain, dari tingkat pusat maupun daerah harus bergandengan tangan menghadapi virus mematikan ini.

“Saya yakin kita bisa. Bangsa ini telah membuktikan soliditasnya pada berbagai momentum yang kerap dan rentan memecah belah kita. Kini saatnya kita buktikan kembali, jika kita akan terus ada dan bangkit di tengah kondisi demikian,” pungkas Legislator Dapil Kalimantan Selatan I ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.