Doli ajak KAHMI harus jadi “lokomotif” perubahan

Banjarmasin (ANTARA) – Koordinator Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) H Ahmad Dodi Kurnia Tanjung mangajak anggotanya harus menjadi “lokomotif” perubahan.

“Perubahan tersebut sudah barang tentu ke arah kemajuan yang positif,” tegasnya saat halal bi halal & pelantikan serentak Majelis Daerah KAHMI Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Ahad (5/6/22).

Ia menerangkan, sebagai salah satu contoh bentuk perubahan yang KAHMI lakukan, kini berdiri Universitas Insan Cita Indonesia di Jakarta yang berbasis digital.

“Universitas Insan Cita Indonesia baru satu-satunya perguruan tinggi di Asia Tenggara yang berbasis digital atau nomor di dunia,” ujar Doli yang juga Ketua Komisi II DPR RI itu.

“Karena tidak bisa dipungkiri lagi sistem digitalisasi merupakan tuntutan dan kemajuan zaman,” tegas Doli yang juga Ketua Komisi II DPR RI.

Menurut dia, KAHMI ataupun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan aset negara atau daerah yang potensial.

Oleh karena itu, dia mengingatkan pemerintah daerah di Kalsel, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar memanfaatkan keberadaan KAHMI sebagai mitra dalam pembangunan.

“Keberadaan KAHMI sekarang merupakan organisasi massa (Ormas) yang juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

“Lingkungan tersebut, baik dalam konteks lingkungan hidup berupa alam maupun lingkungan dalam hubungan kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, KAHMI ataupun HMI selain menjaga keislaman, juga tetap menjaga keindonesiaan, demikian Dodi Kurnia Tandjung.

Memberikan sambutan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang pada pokoknya mengapresiasi atas keberadaan KAHMI di provinsinnya selama ini yang juga turut memberi kontribusi dalam pembangunan.

Selain itu, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Setdaprov  Sulkan tersebut, Gubernur Kalsel mengharapkan peningkatan partisipasi KAHMI guna kemajuan Banua.

Sementara Ketua Dewan Pakar Majelis Wilayah KAHMI Kalsel H Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, perkembangan organisasi alumni HMI di provinsinnya belakangan ini menunjukkan kemajuan.

“Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, kini sudah terbentuk delapan di antaranya Majelis Daerah KAHMI,” ungkap Rifqi yang juga anggota Komisi II DPR RI asal daerah pemilihan provinsinya.

Melantik kedelapan Majelis Daerah KAHMI di Provinsi tersebut, Koordinator Majelis Wilayah KAHMI Kalsel H Ahmadi Hasan.

Pada kegiatan tersebut selain menampilkan kesenian bernuansa Islami, juga seni daerah tradisional oleh anggota HMI yang cukup menarik perhatian tamu undangan.

Sumber: https://kalsel.antaranews.com/berita/330497/doli-ajak-kahmi-harus-jadi-lokomotif-perubahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.