RRI.CO.ID, Banjarmasin – Komisi Dua DPR RI melakukan kunjungan kerja reses masa persidangan Tiga Tahun 2025–2026 di Kalimantan Selatan. Jumat 20 Februari 2026. Kegiatan yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin ini dipimpin langsung Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda.
Reses ini dilakukan dalam rangka pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD yang diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Dalam pertemuan tersebut, Komisi Dua DPR RI menemukan adanya persoalan terkait kontribusi BUMD ke daerah.
Salah satu sorotan adalah mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP, yang dinilai membuat dana yang kembali ke daerah menjadi relatif kecil. Ketua Komisi Dua DPR RI menegaskan, BUMD diharapkan mampu berkontribusi lebih besar bagi pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Selatan yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar.
“Ada beberapa hambatan, yakni regulasi tingkat nasional, Ambapers misalnya merek sudah berupaya maksimal untuk kewenangan tapi dananya banyak mengalir ke PNBP, sedangkan untuk daerah sangat kecil, hal ini yang akan menjadi bahasan RUU dalam upaya lebih menyehatkan BUMD,” katanya.
Sejumlah BUMD turut menjadi perhatian, di antaranya PT Ambang Barito Nusapersada atau Ambapers serta Bank Kalsel. Direktur Utama PT Ambang Barito Nusapersada, Zulfadli Gazali, mengatakan akan berusaha maksimal untuk menambah kontribusi bagi daerah.
“Sekarang kontribusi itu PNBP, yang dulunya kontribusi ke daerah 8 persen selain deviden sekarang hanya deviden. Setahun kontribusi sekitar 17,8 miliar,” ujarnya.
Adapun hasil reses ini akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lanjutan di tingkat pusat, sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap tata kelola BUMD dan penguatan keuangan daerah.
Sumber: https://rri.co.id/banjarmasin/regional/2198748/contact.html#google_vignette