@bang.haji.rifqi Parlemen dan Sejarah Hidup
Lahir di Kampung Pandawan, nun jauh di HST sana. Kampung yang hingga saya kanak-kanak tak kunjung dialiri listrik.
Abah-mama saya hanya PNS biasa. Gaji mereka hanya cukup untuk kebutuhan dasar kami. Kalau-pun ada tabungan, tentu tak seberapa. Jauh dari kemewahan.
Saya sendiri hanya PNS dengan status dosen di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat dengan gaji terakhir Rp 4,8 juta/bulan pada 2016. Saya bukan bagian dari “darah biru politik”. Bukan keturunan pejabat, bukan pula dari keluarga Saudagar.
Tuhan amat baik. 1 Oktober 2019, anak kampung ini memiliki Nomor Anggota DPR RI. Mewakili jutaan Rakyat Banua di Parlemen.
Jadi, kalau kawan-kawan merasa bukan siapa-siapa hari ini, Jangan berputus Asa. Pertolongan Allah itu nyata. Tugas kita meluruskan niat, memperkuat munajat dan ikhtiar diperkuat.
Selamat ber-weekend ria bersama keluarga tercinta. Semoga Allah selalu membersamai dan melindungi Kita. Merdeka!!!
Baca Juga :

Derajat tertawa yang paling tinggi adalah menertawakan diri sendiri.

PSI Kalsel

Kolaborasi adalah Kunci menghadirkan Kalsel Baru, Kalsel Lebih Baik

Mengajar (lagi)

Bersama teman-teman seangkatan 2001. Kami hadir di Reuni Akbar 70 Tahun SMAN 1 Pontianak

Gantengnya Kaum Sarungan adalah lepas Jum'atan

Kaum sarungan tak mesti kampungan
