PDIP Tak Akan Akomodir Ideologi yang Tak Pancasilais

JAKARTA- Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rifqi Karsayudha menyatakan, DPP PDI Perjuangan melalui Rilis Media yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (14/06)  telah menegaskan sikap Partai untuk menolak seluruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme serta bentuk khilafahisme yang marak berkembang dan menjadi ancaman bagi eksistensi dan Persatuan bangsa saat ini.

“Dalam konteks yuridis, ketentuan itu akan kami konkritkan dengan memasukkan berbagai peraturan perundang-undangan yang melarang keberadaan ideologi-ideologi yang tak Pancasilais itu dalam ketentuan menimbang di RUU HIP tersebut” tegas Rifqi Karsayuda yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat ini.

Sikap PDI Perjuangan juga menegaskan, bahwa Partai pemenang Pemilu 2014 dan 2019 ini sangat mendengarkan berbagai aspirasi, masukan dan suara rakyat. PDI Perjuangan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam membangun bangsa ini.

“Oleh itu, PDI Perjuangan juga setuju agar ketentuan dalam Pasal 7 RUU HIP yang menegaskan tentang ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila, untuk dihapus” ungkap Anggota Komisi V DPR RI ini.

Bagi Rifqi, PDI Perjuangan penting menegaskan sikap resminya, sebab partai ini kerap difitnah dan disudutkan dalam berbagai pemberitaan terkait pembahasan RUU HIP. “ Kami wajib menyampaikan sikap kami kepada Publik. PDI Perjuangan adalah Partai Pelopor yang akan mengedepankan sikap kebersamaan, solidaritas, gotong royong dan persatuan bangsa. Kita jangan mudah diadu domba dalam berbagai isu dan opini yang tak sehat. Ini merugikan kita semua sebagai bangsa” imbuh Rifqi.

Seiring itu, dalam rilis media yang disampaikan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ke berbagai media disampaikan bahwa, PDI Perjuangan menegaskan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa pejuang dan tercatat sebagai negara yang memeroleh kemerdekaan sebagai buah dari rasa percaya diri.

“Indonesia juga dikenal sebagai pelopor tata dunia baru yang damai dan berkeadilan. Semua kepoloporan tersebut mampu menjadi spirit bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin memerdekakan diri. Kita harus bangga dengan kepeloporan tersebut dan seharusnya menatap masa depan penuh rasa percaya diri, dan pada saat bersamaan selalu kedepankan persatuan dan kesatuan bangsa, serta menghindar dari politik devide at impera” tegas Hasto.(bn)

Sumber: Klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.